Hasil studi yang diprakarsai oleh American Cancer Society (Atlanta, Georgia) yang dipublikasikan dalam "Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention" mendapati bahwa angka kejadian dan kematian akibat kanker meningkat di negara ekonomi lemah sedangkan di negara ekonomi kuat, angkanya cenderung menurun.
Para peneliti mengamati data sejak tahun 2003 sampai 2007 dari International Agency for Research on Cancer ( IARC ). Kanker yang diamati meliputi kanker payudara, prostat, kolorektal, paru, esophagus, lambung, hati, dan kanker leher rahim/serviks) yang sampai saat ini menyumbang 60% dari kematian akibat kanker. Penurunan angka kejadian dan kematian di negara ekonomi kuat diduga berkaitan dengan majunya teknologi deteksi dini terhadap kanker, penurunan faktor risiko seperti merokok.
"Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar."
God Bless You -DrJ
No comments:
Post a Comment