Diagnosa berbeda dengan vonis
Saya sering mendengar pasien berkata : saya divonis dokter menderita kanker stadium akhir. Saya pribadi tidak setuju dengan penggunaan istilah Vonis dalam kasus seperti ini. Menurut kamus, vonis diartikan putusan hakim terkait persengketaan hukum. Menurut saya lebih tepat istilah yang dipakai adalah diagnosis. Dokter tidak sedang menghakimi pasien atas penyakitnya, mencari mana yang salah mana yang benar. Sedangkan diagnosis adalah seni seorang dokter untuk mengenali penyakit pasiennya berdasar keluhan yang ada. Dalam memberikan diagnosis, dokter pasti akan memikirkan kemungkinan diagnosis pembanding, tidak terpaku pada 1 diagnosa utama saja.
Contohnya jika pasien panas hari pertama, diagnosanya bisa saja karena Influenza, namun patut dipikirkan pula diagnosa seperti radang tenggorokan, demam berdarah, malaria , dll.
Dalam kata vonis seolah-olah tersirat bahwa keputusan dokter adalah final, tidak bisa diganggu gugat. Padahal kita dokter manusia biasa, hanya Tuhan yang "diagnosa" Nya selalu benar. Dia jugalah Hakim Yang Agung.
God Bless You-DrJ
No comments:
Post a Comment