Isu ini merebak pada tahun 1998 ketika seorang dokter asal Inggris, Andrew Wakefield mempublikasikan penelitiannya bahwa ada hubungan antara vaksin MMR , autisme dan penyakit pada usus. Menurutnya, vaksin MMR akan mengakibatkan gangguan pada saluran cerna yang mengakibatkan anak menjadi autis. Penelitian Dr Wakefield didasari atas 12 anak yang dirujuk ke klinik karena diare dan nyeri perut ( gangguan pencernaan). Anak-anak tersebut memiliki riwayat perkembangan normal namun memiliki kemunduran dalam beberapa keterampilan. Orang tua mereka mengatakan bahwa anak-anak tersebut mendapat vaksin MMR 9 tahun sebelumnya. Dari situlah disimpulkan bahwa ada hubungan antara vaksin MMR dan autisme.
Penelitian ini tentu saja tidak valid karena:
1. Jumlah sampel yang diteliti kecil sekali yakni 12 orang
2. Data yang diambil berdasarkan ingatan orang tua, bukan bukti obyektif ilmiah.
3. Dari 12 orang anak, 4 anak ternyata sudah mengalami kemunduran keterampilan sebelum mengalami gangguan saluran cerna. Hal ini tentu saja bertentangan dengan hipotesa Dr Wakefield sendiri.
Jadi bisa disimpulkan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mendukung vaksin MMR menyebabkan autisme. WHO sendiri membentuk badan independen untuk mengkaji hubungan vaksin MMR dan autisme. Hasilnya memang 2 hal ini tidak berhubungan.
"Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
Have a nice weekend
God Bless You-DrJ
No comments:
Post a Comment