Sebuah hipotesa dari riset yang dilakukan oleh tim peneliti dari the University of Virginia (Charlottesville) dan Columbia University (New York) menyatakan bahwa kesulitan ekonomi yang dihadapi seseorang bisa memicu timbulnya nyeri pada fisik orang tersebut. Akibatnya yang bersangkutan akan mudah sekali mengkonsumsi obat penghilang nyeri ( pain killer ). Hal ini merujuk pada 33.720 konsumen yang disurvey bahwa didapati mereka yang tidak bekerja ternyata mengkonsumsi obat pain killer 20% lebih banyak dibanding mereka yang bekerja. Lebih lanjut, kepala peneliti, Eileen Chou mengatakan bahwa orang yang memiliki kesulitan ekonomi memiliki nilai ambang nyeri yang lebih rendah.
Jadi cocoklah semboyan Presiden kita " ayo kerja..kerja..kerja.."
"Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna."
God Bless You -DrJ
No comments:
Post a Comment