Thursday, 12 May 2016

Bijaklah mengobati anak bagian II ( Sebuah Opini )

Seringkali orang tua datang ke praktek saya setelah sebelumnya mereka membeli sendiri obat-obatan di toko / apotek dan ironisnya obat- obat seperti itu sebenarnya tidak perlu diberikan. Contohnya pada anak yang panas hari pertama diberi obat amoxicilin sirup. Seperti kita ketahui bahwa amoxicilin merupakan antibiotika dan seharusnya dibeli dengan menggunakan resep dokter. Sekedar info bahwa obat yang diresepkan oleh dokter adalah obat yang tergolong " KERAS ", dalam arti bahwa penggunaannya harus tepat indikasi, dosis, pemberian, dan sediaan. Ini berarti bahwa sebenarnya hanya dokterlah yang berwenang memberi obat itu. Penggunaan yang tidak tepat bukan saja akan memunculkan adanya efek samping, namun berisiko menambah beban penyakit pada pasien. Ingatlah prinsip ini " do no further harm ". Jangan membuat kesalahan yang malah akan memperparah pasien. Dalam kasus di atas, anak yang panas, belum tentu sembuh panasnya malah bisa jadi anak tersebut resisten terhadap amoxicillin. 

"Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. "

God Bless You -DrJ

Wednesday, 11 May 2016

Bijak mengobati anak ( sebuah opini ) bagian I

Memiliki anak yang sakit tentu saja membuat orang tua kuatir dan bingung. Tak jarang orang tua berkata bahwa lebih baik mereka saja yang sakit daripada anak mereka. Namun alangkah lebih baiknya jika baik anak maupun orang tua dalam kondisi sehat. Salah satu keluhan terbanyak sakit pada anak yang membuat datang ke dokter adalah demam. Ada banyak penyakit yang bermanifestasi klinis demam mulai dari Influenza, demam berdarah, thypus, leukimia, TBC dll. Keluhan lain yang juga cukup membuat orang tua ketar ketir ( dalam pengamatan saya di praktek ) adalah muntah, diare, kejang, anak yang terjatuh/trauma, sesak nafas, dan tersedak. 
Sudah bukan menjadi rahasia umum bahwa di Indonesia orang tua akan memberikan "pengobatan awal " di rumah untuk "menyembuhkan" anaknya. Mereka berpikir jika anak sembuh, mungkin saja dia cuma "masuk angin ". Kalau tidak sembuh barulah mencari second opinion ( pengobatan medis atau alternatif ).
Tulisan ini dimaksudkan supaya orang tua bisa bijak dalam menentukan pengobatan pada anak sehari-hari. Stay tune !!!

"Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang."

"God Bless You -DrJ

Tuesday, 10 May 2016

Pemeriksaan kolesterol tak lagi perlu puasa


Saat ini pasien tidak memerlukan puasa hingga 12 jam jika ingin memeriksakan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah. Hal ini  merujuk pada penelitian yang dipublikasikan dalam " The European Heart Journal" oleh peneliti dari University of Copenhagen, Denmark. Didapatkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna antara pasien yang puasa dan tidak untuk kadar kolesterol dan trigliserida darah. Denmark sejak tahun 2009 memang tidak mewajibkan pasien untuk berpuasa terlebih dahulu sebelum cek kadar lemak darah. 
Ya mari kita nantikan apakah studi ini bisa dijadikan rekomendasi pemeriksaan kolesterol. 

"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga."

God Bless You -DrJ

Friday, 6 May 2016

Kenali gejala kanker pada anak bagian IV


3. Waspada dini kanker anak
Pada tahun 2008, organisasi kesehatan dunia WHO menerima tanda waspada dini red flag sign untuk deteksi dini kanker anak di negara berkembang. Setidaknya 85% kanker anak erat kaitannya dengan gejala dan tanda tersebut. Jika disingkat menjadi SILUAN artinya 
S seek medical help early for persisten signs
I 'Eye' sign such as white spot in pupil, squint, blindness or bulging eye
L Lumps in abdomen, pelvis, head and neck region, limbs, testes and lymph nodes
U unexplained fever, pallor, fatigue, easy bruising and bleeding
A Aching bones, joints, backache, easy fractures
N Neurological : change in behavior, balance or gait problems, loss of milestones, headache and increasing head circumference. 
( silakan hubungi guru les bahasa inggris anak saudara untuk translate ya 😀😝 )

Dengan 3 strategi di atas diharapkan kejadian kanker anak utamanya di negara berkembang bisa ditekan dan ditemukan pada stadium awal.

"Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama."

God Bless You -DrJ

Kenali gejala kanker pada anak bagian III


2. Mengenali tanda dini kanker anak
Anak yang memiliki gejala dini kanker perlu dilakukan pemeriksaan tambahan untuk mendukung diagnosa.
Berikut ini merupakan gejala yang mendukung kanker pada anak:
- anak pucat DAN timbul memar( purpura ) tanpa penyebab yang jelas
- nyeri tulang dan sendi yang terus menerus bahkan membuat anak terbangun pada malam hari disertai pembengkakan, anak menolak berjalan
- perbesaran kelenjar getah bening ( limfadenopati ) yang teraba keras dan tidak nyeri terutama jika disertai gejala keringat malam & demam. 
-adanya benjolan / massa/ tumor tanpa sebab yang jelas
- nyeri kepala hebat akibat peningkatan tekanan dalam kepala/otak
-fungsi penglihatan yang tiba-tiba hilang, anak usia > 3 bulan yang juling 
-demam dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas

"Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik." 

God Bless You -DrJ

Wednesday, 4 May 2016

Kenali gejala kanker pada anak bagian II

Jika diagnosa kanker pada anak semakin awal ditemukan, tentu saja hasil pengobatan akan jauh memuaskan. Deteksi dini dilakukan melalui 3 cara yakni : 
1. Mengenali kelompok risiko tinggi
2. Mengenali tanda dini kanker anak
3. Waspada dini kanker anak ( red flaf sign )

1. Kelompok risiko tinggi 
Berbeda dengan kanker pada dewasa yang biasanya dipicu oleh zat karsinogenik seperti rokok, asbes,toksin, polusi dll, kanker pada anak lebih merujuk pada faktor genetik. Kondisi tersebut dibawah ini merupakan risiko tinggi bagi terjadinya kanker pada anak : 
Anak dengan kelainan kromosom ( Sindroma down, fanconi anemia) cacat bawaan ( aniridia, sindroma Beckwith-Weidman ), anak yang memiliki sirosis hati ( hati yang mengkerut ). 

"Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, 
untuk membungkamkan musuh dan pendendam."

Tuesday, 3 May 2016

Kenali gejala kanker pada anak bagian I

Kanker pada anak masih sering menjadi momok bagi penduduk dunia utamanya negara berkembang seperti Indonesia. Tercatat ada sekitar 200.000 kasus baru kanker anak tiap tahun dan 70% diantaranya terjadi di negara berkembang. Kanker anak sebenarnya memiliki harapan hidup yang lebih tinggi jika dibandingkan pada dewasa namun sayangnya keterlambatsn dalam deteksi dini dan rujukan penderita membuat angka kematian kanker pada anak cukup tinggi. Penting bagi kita mengenali secara dini tanda dan gejala yang mengawali kanker pada anak. 

"Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

God Bless You -DrJ